Kamis, 05 Desember 2013

Apa Si Gunanya Agama?

Oleh : Rizky Dhito Hutomo (1102413104)


Pada saat bayi keluar dari rahim ibunya maka saat itu pula seorang anak mulai untuk hidup di alam yang baru, yaitu dunia. Dan itu akan berkelanjutan sampai tiba saatnya kiamat nanti. Dengan terjadinya sirkulasi yang  terus-menerus seperti itu, maka muncul lah pertanyaa demikian, kita tidak akan pernah tau kenapa kita lahir di tempat ini, lalu kenapa kita lahir di lingkungan seperti ini dan kenapa kita lahir dengan kepercayaan dan agama yang seperti ini? Itu semua menjadi rahasia Tuhan. Kita hanya bisa menjalani dan mempercayainya sepenuh hati.
Sebenarnya berbicara tentang keyakinan setiap orang atau makhluk itu berbeda beda, namun itu bukan menjadi sesuatu hal yang disalahkan karena merupakan hak setiap orang yang hidup di dunia ini. Dari satu agama saja sudah banyak yang berbeda cara melakukannya apa lagi yang sudah berbeda agama. Jadi kebanyakan orang hidup di dunia ini beragama karena mengikuti orang tuanya atau lingkungannya. Seandainya orang tua nya beragama Islam hampir kemungkinan besar anaknya beragama sama dengan orang tuanya. Begitu juga yang terjadi dengan agama lainnya. Namun sekali lagi itu bukan merupakan hal yang perlu diperdebatkan dengan serius antar agama. Asalkan agama yang satu dengan yang lainnya tidak saling menghujat maka syah-syah saja agama di dunia ini terus berkembang.
Sebenarnya arti kata Agama adalah “a” artinya tidak dan “gama” artinya berantakan jadi setiap orang yang mempunyai agama entah apa pun itu agamanya mereka semua di buat untuk mempunyai pegangan hidup atau pedoman hidup. Sehingga orang yang lahir di dunia ini tidak morat-marit hidupnya. Kalau orang yang ahli dalam agamanya kebanyakan mereka lebih tenang dalam menghapi masalah di dunia ini, karena mereka sudah mempunyai arahan bagaimana mereka untuk menenangkan hatinya dalam keadaan yang sedang mendesak. Namun tidak sedikit juga orang yang beragama justru terlibat dengan hal-hal dan tindakan-tindakan yang justru dilarang oleh agamanya karena godaan yang ada di dunia ini. Tapi itu kembali lagi kepada seberapa kuat iman mereka terhadap agamnya. Karena manusia merupakan tempatnya lalai dan khilaf.
Pengaruh dari keluarga dan lingkungan sangat dominan terhadap seorang individu yang masih dangkal akan pengetahuan agamanya. Mereka senantiasa melihat dan meniru kegiatan apa saja yang di lakukan oleh keluarganya serta lingkungannya. Disinilah peran dari orang tua sebagai pembimbing dan pendidik bagi anaknya. Jika kedua orang tua bisa menanami dan membekali agama yang kuat terhadap anaknya, setidaknya anak tersebut akan lebih berhati-hati untuk memilah dan memilih dalam bertindak. Sangat lah penting dan di wajibkan bagi semua orang tua dan calonnya nanti untuk bisa memberi tauladan dan pengetahuan tentang agama bagi semua anak-anaknya.

Di Negara Indonesia sendiri ada lima agama besar yang berdiri sejak dahulu, yaitu Islam, Kristen, Protestan, Hindu dan Budha. Setiap agama pasti mempunyai aturan yang berbeda –beda seperti yang sudah disebutkan di atas. Oleh karena itu agama yang sudah di anut sejak lahir ini seharusnya kita jalani tidak dengan setengah hati. Dengan cara masing-masing setiap agamanya mulai untuk menegasakan kaumnya agar manusia yang ada di dunia ini mempunyai tujuan hidup yang jelas, tidak untuk saling memperebutkan mana yang benar atau yang salah dan mana yang menang atau yang kalah. Karena semua agama yang saat ini dijalani merupakan agama yang paling benar bagi kaum dan penganutnya. Setiap orang mempunyai penilaian sendiri sendiri dengan kepercayaannya dan itu tergantung dari mana mereka memandangnya. Jika semua orang mempunyai pegangan, pedoman, tujuan hidup dan apalah yang sejenisnya itu, tanpa pembedaan satu dengan lainnya pasti dunia ini akan damai, tentram dan sejahtera. Itu yang diharapkan dari pentingnya beragama bagi manusia. 
Categories:

11 komentar:

  1. "Tapi itu kembali lagi kepada seberapa kuat iman mereka terhadap agamnya. Karena manusia merupakan tempatnya lalai dan khilaf."

    Lihat kalimat terakhir kedua di paragraf 3.
    Kata "tapi" seharusnya tidak boleh berada di awal kalimat. Coba di perhatikan aturan dalam penulisan.

    BalasHapus
  2. nice idea,,
    dari segi judul menarik perhatian...
    disini typo udah jarang dibanding tulisan kamu yg "yakin tampil beda", tapi bener kata bung fuad teknik penulisan tetep butuh perbaikan lagi...
    isinya udah lumayan lah...
    tetep nulis terus dit, dan lebih baik kedepannya...

    BalasHapus
  3. Pasti tetanggamu bangga dit :D

    BalasHapus
  4. masih banyak lhooo agama besar di indonesia, apakah tidak sebaiknya agama" ini di akui juga?,,,
    tkz

    BalasHapus
  5. waaaaaah keren keren.... siiip lah B-)

    BalasHapus
  6. waaaaaah keren keren....... sip coy B-) lanjutkan !!!

    BalasHapus
  7. super sekali :) yang penting harus menghormati satu sama lainnya :)

    BalasHapus