Oleh
: Rizky Dhito Hutomo (1102413104)
Pada saat bayi
keluar dari rahim ibunya maka saat itu pula seorang anak mulai untuk hidup di
alam yang baru, yaitu dunia. Dan itu akan berkelanjutan sampai tiba saatnya
kiamat nanti. Dengan terjadinya sirkulasi yang
terus-menerus seperti itu, maka muncul lah pertanyaa demikian, kita
tidak akan pernah tau kenapa kita lahir di tempat ini, lalu kenapa kita lahir
di lingkungan seperti ini dan kenapa kita lahir dengan kepercayaan dan agama yang seperti ini? Itu semua menjadi rahasia Tuhan. Kita hanya bisa
menjalani dan mempercayainya sepenuh hati.
Sebenarnya
berbicara tentang keyakinan setiap orang atau makhluk itu berbeda beda, namun
itu bukan menjadi sesuatu hal yang disalahkan karena merupakan hak setiap orang
yang hidup di dunia ini. Dari satu agama saja sudah banyak yang berbeda cara
melakukannya apa lagi yang sudah berbeda agama. Jadi kebanyakan orang hidup di
dunia ini beragama karena mengikuti orang tuanya atau lingkungannya. Seandainya
orang tua nya beragama Islam hampir kemungkinan besar anaknya beragama sama
dengan orang tuanya. Begitu juga yang terjadi dengan agama lainnya. Namun
sekali lagi itu bukan merupakan hal yang perlu diperdebatkan dengan serius
antar agama. Asalkan agama yang satu dengan yang lainnya tidak saling menghujat
maka syah-syah saja agama di dunia ini terus berkembang.
Sebenarnya arti
kata Agama adalah “a” artinya tidak dan “gama” artinya berantakan jadi setiap
orang yang mempunyai agama entah apa pun itu agamanya mereka semua di buat
untuk mempunyai pegangan hidup atau pedoman hidup. Sehingga orang yang lahir di
dunia ini tidak morat-marit hidupnya. Kalau orang yang ahli dalam agamanya
kebanyakan mereka lebih tenang dalam menghapi masalah di dunia ini, karena mereka
sudah mempunyai arahan bagaimana mereka untuk menenangkan hatinya dalam keadaan
yang sedang mendesak. Namun tidak sedikit juga orang yang beragama justru
terlibat dengan hal-hal dan tindakan-tindakan yang justru dilarang oleh
agamanya karena godaan yang ada di dunia ini. Tapi itu kembali lagi kepada
seberapa kuat iman mereka terhadap agamnya. Karena manusia merupakan tempatnya
lalai dan khilaf.
Pengaruh dari
keluarga dan lingkungan sangat dominan terhadap seorang individu yang masih
dangkal akan pengetahuan agamanya. Mereka senantiasa melihat dan meniru
kegiatan apa saja yang di lakukan oleh keluarganya serta lingkungannya.
Disinilah peran dari orang tua sebagai pembimbing dan pendidik bagi anaknya. Jika
kedua orang tua bisa menanami dan membekali agama yang kuat terhadap anaknya,
setidaknya anak tersebut akan lebih berhati-hati untuk memilah dan memilih
dalam bertindak. Sangat lah penting dan di wajibkan bagi semua orang tua dan
calonnya nanti untuk bisa memberi tauladan dan pengetahuan tentang agama bagi
semua anak-anaknya.
Di Negara
Indonesia sendiri ada lima agama besar yang berdiri sejak dahulu, yaitu Islam,
Kristen, Protestan, Hindu dan Budha. Setiap agama pasti mempunyai aturan yang
berbeda –beda seperti yang sudah disebutkan di atas. Oleh karena itu agama yang
sudah di anut sejak lahir ini seharusnya kita jalani tidak dengan setengah
hati. Dengan cara masing-masing setiap agamanya mulai untuk menegasakan kaumnya
agar manusia yang ada di dunia ini mempunyai tujuan hidup yang jelas, tidak
untuk saling memperebutkan mana yang benar atau yang salah dan mana yang menang
atau yang kalah. Karena semua agama yang saat ini dijalani merupakan agama yang
paling benar bagi kaum dan penganutnya. Setiap orang mempunyai penilaian
sendiri sendiri dengan kepercayaannya dan itu tergantung dari mana mereka
memandangnya. Jika semua orang mempunyai pegangan, pedoman, tujuan hidup dan
apalah yang sejenisnya itu, tanpa pembedaan satu dengan lainnya pasti dunia ini
akan damai, tentram dan sejahtera. Itu yang diharapkan dari pentingnya beragama
bagi manusia.
"Tapi itu kembali lagi kepada seberapa kuat iman mereka terhadap agamnya. Karena manusia merupakan tempatnya lalai dan khilaf."
BalasHapusLihat kalimat terakhir kedua di paragraf 3.
Kata "tapi" seharusnya tidak boleh berada di awal kalimat. Coba di perhatikan aturan dalam penulisan.
setuju (y)
BalasHapusnice idea,,
BalasHapusdari segi judul menarik perhatian...
disini typo udah jarang dibanding tulisan kamu yg "yakin tampil beda", tapi bener kata bung fuad teknik penulisan tetep butuh perbaikan lagi...
isinya udah lumayan lah...
tetep nulis terus dit, dan lebih baik kedepannya...
nice dit (y)
BalasHapusPasti tetanggamu bangga dit :D
BalasHapusmasih banyak lhooo agama besar di indonesia, apakah tidak sebaiknya agama" ini di akui juga?,,,
BalasHapustkz
waaaaaah keren keren.... siiip lah B-)
BalasHapuswaaaaaah keren keren....... sip coy B-) lanjutkan !!!
BalasHapus"Toleransi"
BalasHapustetap pada prinsip dan selalu toleransi
BalasHapussuper sekali :) yang penting harus menghormati satu sama lainnya :)
BalasHapus