Selasa, 17 Desember 2013

AKU DI DUNIA

Oleh : Noviana Ayu Pratiwi (1102413114)

Terdengar tangisan merdu menjelang adhan subuh tersirat senyum bahagia dari seorang ibu muda itulah ibuku saat melahirkanku. Ayahku menunggu di luar dengan penuh kecemasan, tak beberapa lama susterpun memanggil ayah, dengan bergegas beliau menghampiri ibuku, diciumnya kening ibuku dengan penuh kasih sebagai ungkapan kebahagiannya. Tak selang beberapa saat ayah menghampiriku dan mengummandan gkan adhan di telingaku akupun terdiam seakan mengrti akan semua itu. Saat itulah aku di dunia.
Waktu berlalu dengan cepat tak terasa aku sudah mulai berjalan. Aku di dunia tumbuh menjadi gadis kecil yang lucu yang selalu ingin tau segala hal, tapi ayah dan ibuku dengan sabar menjelaskan apapun yang aku tanyakan. Hingga suatu saat dengan bahasa kecilku aku merengek minta sekolah padahal umurku belum cukup untuk itu. Orang tuaku pun bingung menjelaskannya  sementara   akupun tidak mau tau akan semua itu yang ku  tau hanya  satu ’’ sekolah’’.
Dengan  penuh kepercayaan yang tinggi  ayah mendatangi sebuah yayasan taman kanak – kanak  di kotaku, dalam percakapan antara ayah dan seorang guru aku tau klu aku tak diijinkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut karna ditakutkan aku justru mengganggu dan alasan yang mendasar karena usiaku masih 3 tahun. Tapi aku tetap merengek , akhirnya aku pun di ijinkan belajar di taman kanak – kanak tersebut. Itulah saat pertama aku di dunia belajar.
 Dengan penuh kebahagiaan  pagi berikutnya akupun berangkat  menuju sekolah taman kanak-kanak, tas boneka  kecil bergelayut di bahuku ibuku dengan lembut menggandeng tanganku .Di sanalah untuk pertama kalinya aku duduk di suatu ruangan dengan teman yang banyak, dengan seorang guru yang sangat baik. Aku merasa bahagia di dunia ini karna di sana banyak kudapatkan berbagai mainan yang tidak aku dapatkan di rumah. Tak lama berselang waktu bermain pun tiba, disitulah untuk pertama kalinya aku belajar berbagi, aku hanya terdiam melihat temanku saling berebut mainan , aku berlari medekati ibuku dan berharap beliu  mengajaku pulang, ibuku tersenyum dan tahu yang aku mau dengan ketulusannya diberinya aku pengertian inilah sekolah. Setelah kutau semua itu akupun kembali membaur dengan teman – teman kecilku hingga tak terasa waktu pulang pun tiba .
Hari berganti hari akupun mulai terbiasa, bermain bersama belajar bersama dan bernyanyi bersama dengan teman – temanku. Hingga tiba saatnya kami harus menyelesaikan   masa belajar di taman kanak-kanak untuk melanjutkan di jenjang sekolah dasar. Disanalah  orangtuaku kembali di repotkan dengan sulitnya mencari sekolah untuk diriku bukan karena aku bodoh tapi karna usiaku yang belum memungkinkan untuk masuk SD. Kembali  keberuntungan menghampiriku karna kepiawean ayahku akupun diterima di SD negeri di kotaku meskipun tidak bonafit tapi tak apalah karna yang ada di benak orang tuaku aku bisa sekolah.                  
Hari pertama aku di dunia belajar  di sekolah baruku kami harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru tapi itu bukan masalah karna denagan berjalannya waktu aku  akan terbiasa  yang menjadi masalah justru peraliahan pembelajaran  dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar aku merasa sangat jauh berbeda karna di sini kemndirianku dan kecerdasanku mulai diutamakan. Untungnya aku sudah bisa membaca jadi aku tidak banyak kesulitan di sini, justru aku sangat menikmatinya aku senang sekali.

Selang waktu berjalan  saatnya aku menjadi anak tertua di sekolahku di sini aku serasa memiliki adik yang banyak sekali dan kami harus bisa menjadi contoh yang baik. Sejak saat itulah kepribadianku mulai terbentuk, aku mulai terbiasa menghadapi berbagai bentuk karakter teman-temanku. Aku di dunia belajar menyikapinya dengan sabar dan diam tapi bukan bearti aku bisa diinjak-injak seenaknya. Aku akan mengambil sikap tegas apabila temanku sudah  berbuat kelewatan. Dengan bersikap seperti itu aku berharap temanku menyadari akan kesalahannya. Hingga tibalah saatnya kami harus menghadapi Ujian Nasianal yang mana menentukan lulus tidaknya kami guna melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Berkat bimbingan guru dan doa orang tuaku aku bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Hingga aku bisa di terima di SMP yang aku inginkan. Di sini aku di dunia kembali belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru lagi, aku tidak begitu kesulitan karna ini bukan sesuatu yang baru dan kebetulan aku anak yang mudah bergaul. Disinilah aku mulai mempelajari sesuatu yang tidak aku dapatkan di sekolah dasar di sini aku juga bisa menyalurkan hobiku kebetulan aku suka menari dan teater. Setahun berlalu aku merasa banyak terjadi perubahan pada tubuhku beruntung kedekatanku pada ibuku membuat aku tenang dan nyaman. Namun tidak dengan yang satu ini ‘’perasaanku’’…..aku merasakan berbeda dari hari biasanya ,aku merasa senang bila di perhatikan oleh teman laki-lakiku. aku tak mengerti apa ini tiap kali aku cerita dengan ibuku beliau hanya tersenyum, hingga suatu hari aku merasa sakit hati pada temanku sebut aja doni, aku tidak suka kalau ia dekat dengan temen gadisku, kembali aku cerita pada ibuku dan beliau ulang kembali tersenyum dan akhirnya ibu member  pengertian padaku kalau itu namanya aku sedang cemburu setelah mengerti aku jadi malu sendiri sejak itu aku mulai belajar menjaga perasaanku. Dalam keseharian selalu aku jaga penampilanku, jangan sampai ketinggalan trens anak muda jaman sekarang. Setiap aku menginginkan sesuatu agar bapak dan ibu tidak marah aku mengumpulkan uang sakuku, setelah terkumpul agak lumayan cukup baru aku bilang sama ibu kalau aku menginginkan sesuatu dengan penuh kasih ibu mengabulkan, bahagia sekli rasanya. Tapi beliau selalu mengingatkanku bahwa pelajaran itu nomor satu.
3 tahun berlalu aku lulus SMP dengan nilai yang lumayan hingga aku di terima di SMA yang aku inginkan. Di sinilah dunia remajaku berawal, kebetulan aku mendapatkan fasilitas yang cukup dari HP, pakaian, sepatu, dan motor dari orang tua. Tapi itu semua bukan bearti menjadikan aku anak yang sombong karna aku sadar masih banyak di sana anak-anak yang tidak mendapatkannya makanya aku harus bersyukur dan selalu menjaganya. Lingkup pergaulan yang luas semakin menambah pengalaman, berbagai macam status ekonomi membaur jadi satu. Ada yang serba distro, ada yang biasa ,ada yang kampungan tapi itu semua justru membuat kami semakin dewasa, bisa menentukan mana yang terbaik. Pelan namun pasti aku tumbuh jadi gadis dan orang bilang aku berparas manis jadi banyak semut ganteng yang mendatangiku. Hingga aku menjatuhkan hatiku pada salah satu kumbang di sekolahku. Tidak begitu lama aku menjalin hubungan karna aku merasa tidak nyaman, dan itu terjadi berulang ulang, hingga pada akhirnya aku merasa benar-benar jatuh cinta pada salah satunya namun apa yang aku alami karna kecerobohan sahabatku yg bermulut lebar terjadilah kesalah pahaman yang mengakibatkan pertengkaran antara pacarku dan temenku hingga kami di sidang dari pihak sekolah dengan menghadirkan orang tua masing dan kami mendapat sekors tidak bisa mengikuti pelajaran beberapa hari. Untunglah masa skorsingku hanya 3 hari, tak seperti yang lain selama seminggu.
Setelah kami kembali mengikuti pelajaran seperti biasa aku berharap semua akan kembali seperti biasa tapi apa yang aku dapatkan hampir temen 1 kelas memusuhiku seakan mereka menghakimiku dan menjatuhi hukuman karna kesalahanku yang lebih menyakitkan pacarku pun ikut memusuhiku yang akhirnya putus sungguh aku merasa tidak nyaman. Tapi aku berusaha untuk tetap tenang karna aku tidak mau di bilang pengecut atas dorongan orang tua ku pelan-pelan semua menjadi jelas siap dalang di balik semua ini. Aku tak mau merasa merugi di dunia Setelah semua jelas mantan pacarku berusaha untuk mendekatiku lagi tapi aku terlanjur sakit hati dengan senyum yang tulus aku menolak harapannya bukan aku dendam tapi aku tau dengan pasti kalau dia bukan lelaki yang baik untukku. Setahun aku jalani dengan susah payah akhirnya kami naik ke kelas 11 di sini kami sudah mulai penjurusan ,aku masuk IPS karna terpaksa karena sekolah yang menentukan, padahal keinginanku adalah masuk IPA.
Dikelas ini semua tampak beda, teman-teman sudah nampak lebih dewasa dari perilaku dan pemikiran  kedisiplinan serta cara menyikapi permasalah. Belajar dari apa yang aku alami di kelas satu segala sesuatu aku pertimbangkan sebaik mungkin sebelum aku putuskan termasuk masalah cowok aku lebih memilih sendiri aku tidak mau gagal hanya karna masalah sepele. sangat  menikmati di kelas ini aku mendapatkan sahabat yang selalu ada dalam keadaan apapun,tugas sekolah ataupun pelajaran kami lalui degan mudah,Alhamdulillah nilaiku melonjak pesat,hingga tiba saatnya kami melaksanakan program sekolah studytour ke bali. kelas kami ikut semua jadi terasa lebih seru…tapi saying tempat duduk tidak bisa sesuka kita karna sudar di atur dari pihak sekolah namun semua itu tidak mengurangi kebahagian kami. Perjalanan menuju bali kami menggunakan bus wisata jadi terasa sangat nyaman dalm perjalan kami hiasi dengan canda dan permainann hingga tibalah kami di bali.  Sempat aku di Bali tepatnya di Pantai Sanur aku berdoa memohon pada yang di Atas, aku berdoa agar didekatkan dengan jodohku aku berdoa seperti itu karena aku merasa sangat sati hati karena seseorng yang sudah menyakitiku. Tak lama setelah aku berpaling dari tempat itu, aku melihat sosok lelaki yang menarik perhatianku. Setelah aku cari tau siapa dia ternyata dia adalah teman dekat dari pacar temanku tyas.  Aku baru tahu kalau ternyata kita satu bus. Sejak itu aku selalu ingin dekat dengan dia. Akhir study tour aku sedikit kecewa karena tak ada waktu lagi bersama dia. Sejak pulang dari study tour aku selalu kepoin dia. Waktu berlalu, mungkin karena kita saling tertarik aku dan dia semakin dekat dan tak lama kita menjalin kedekatan kitapun jadian hehe. Sampai-sampai aku menulis kisah kita berdua di blog pribadi, kunjungi saja http://novianaayuips2-25.blogspot.com/2013/10/real-love-story.html . Begitulah Kisah cintaku di dunia.

Ini sebagian dari kehidupan sosialku, bagaimana dengan kalian? ^.^

4 komentar:

  1. seperti judul nya "curhat" memang bener" curhat

    BalasHapus
  2. judulnya curhat, ternyata memang benar2 curhat isinya haha. lanjutkan curhatnya

    BalasHapus
  3. Dan bila kita mulai membicarakan tentang kehidupan. . . .

    BalasHapus
  4. pengalaman merupakan guru terbaik

    BalasHapus