Oleh : Noviana Ayu Pratiwi (1102413114)
Waktu
berlalu dengan cepat tak terasa aku sudah mulai berjalan. Aku di dunia tumbuh menjadi
gadis kecil yang lucu yang selalu ingin tau segala hal, tapi ayah dan ibuku
dengan sabar menjelaskan apapun yang aku tanyakan. Hingga suatu saat dengan
bahasa kecilku aku merengek minta sekolah padahal umurku belum cukup untuk itu.
Orang tuaku pun bingung menjelaskannya
sementara akupun tidak mau tau
akan semua itu yang ku tau hanya satu ’’ sekolah’’.
Dengan penuh kepercayaan yang tinggi ayah mendatangi sebuah yayasan taman kanak –
kanak di kotaku, dalam percakapan antara
ayah dan seorang guru aku tau klu aku tak diijinkan untuk mengikuti kegiatan
belajar mengajar di sekolah tersebut karna ditakutkan aku justru mengganggu dan
alasan yang mendasar karena usiaku masih 3 tahun. Tapi aku tetap merengek ,
akhirnya aku pun di ijinkan belajar di taman kanak – kanak tersebut. Itulah saat pertama aku di dunia belajar.
Dengan penuh kebahagiaan pagi berikutnya akupun berangkat menuju sekolah taman kanak-kanak, tas
boneka kecil bergelayut di bahuku ibuku
dengan lembut menggandeng tanganku .Di sanalah untuk pertama kalinya aku duduk
di suatu ruangan dengan teman yang banyak, dengan seorang guru yang sangat
baik. Aku merasa bahagia di dunia ini karna di sana banyak kudapatkan berbagai mainan yang tidak
aku dapatkan di rumah. Tak lama berselang waktu bermain pun tiba, disitulah
untuk pertama kalinya aku belajar berbagi, aku hanya terdiam melihat temanku
saling berebut mainan , aku berlari medekati ibuku dan berharap beliu mengajaku pulang, ibuku tersenyum dan tahu yang
aku mau dengan ketulusannya diberinya aku pengertian inilah sekolah. Setelah
kutau semua itu akupun kembali membaur dengan teman – teman kecilku hingga tak
terasa waktu pulang pun tiba .
Hari
berganti hari akupun mulai terbiasa, bermain bersama belajar bersama dan
bernyanyi bersama dengan teman – temanku. Hingga tiba saatnya kami harus
menyelesaikan masa belajar di taman
kanak-kanak untuk melanjutkan di jenjang sekolah dasar. Disanalah orangtuaku kembali di repotkan dengan
sulitnya mencari sekolah untuk diriku bukan karena aku bodoh tapi karna usiaku
yang belum memungkinkan untuk masuk SD. Kembali
keberuntungan menghampiriku karna kepiawean ayahku akupun diterima di SD
negeri di kotaku meskipun tidak bonafit tapi tak apalah karna yang ada di benak
orang tuaku aku bisa sekolah.
Hari
pertama aku di dunia belajar di sekolah baruku
kami harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru tapi itu bukan masalah karna
denagan berjalannya waktu aku akan
terbiasa yang menjadi masalah justru
peraliahan pembelajaran dari taman
kanak-kanak ke sekolah dasar aku merasa sangat jauh berbeda karna di sini
kemndirianku dan kecerdasanku mulai diutamakan. Untungnya aku sudah bisa
membaca jadi aku tidak banyak kesulitan di sini, justru aku sangat menikmatinya
aku senang sekali.
Selang
waktu berjalan saatnya aku menjadi anak
tertua di sekolahku di sini aku serasa memiliki adik yang banyak sekali dan
kami harus bisa menjadi contoh yang baik. Sejak saat itulah kepribadianku mulai
terbentuk, aku mulai terbiasa menghadapi berbagai bentuk karakter
teman-temanku. Aku di dunia belajar menyikapinya dengan sabar dan diam tapi bukan bearti
aku bisa diinjak-injak seenaknya. Aku akan mengambil sikap tegas apabila temanku
sudah berbuat kelewatan. Dengan bersikap
seperti itu aku berharap temanku menyadari akan kesalahannya. Hingga tibalah
saatnya kami harus menghadapi Ujian Nasianal yang mana menentukan lulus
tidaknya kami guna melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Berkat
bimbingan guru dan doa orang tuaku aku bisa lulus dengan nilai yang cukup
memuaskan. Hingga aku bisa di terima di SMP yang aku inginkan. Di sini aku di dunia kembali belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru lagi, aku tidak begitu
kesulitan karna ini bukan sesuatu yang baru dan kebetulan aku anak yang mudah
bergaul. Disinilah aku mulai mempelajari sesuatu yang tidak aku dapatkan di
sekolah dasar di sini aku juga bisa menyalurkan hobiku kebetulan aku suka
menari dan teater. Setahun berlalu aku merasa banyak terjadi perubahan pada
tubuhku beruntung kedekatanku pada ibuku membuat aku tenang dan nyaman. Namun
tidak dengan yang satu ini ‘’perasaanku’’…..aku merasakan berbeda dari hari
biasanya ,aku merasa senang bila di perhatikan oleh teman laki-lakiku. aku tak
mengerti apa ini tiap kali aku cerita dengan ibuku beliau hanya tersenyum, hingga
suatu hari aku merasa sakit hati pada temanku sebut aja doni, aku tidak suka
kalau ia dekat dengan temen gadisku, kembali aku cerita pada ibuku dan beliau ulang
kembali tersenyum dan akhirnya ibu member pengertian padaku kalau itu namanya aku sedang
cemburu setelah mengerti aku jadi malu sendiri sejak itu aku mulai belajar menjaga
perasaanku. Dalam keseharian selalu aku jaga penampilanku, jangan sampai
ketinggalan trens anak muda jaman sekarang. Setiap aku menginginkan sesuatu
agar bapak dan ibu tidak marah aku mengumpulkan uang sakuku, setelah terkumpul
agak lumayan cukup baru aku bilang sama ibu kalau aku menginginkan sesuatu dengan
penuh kasih ibu mengabulkan, bahagia sekli rasanya. Tapi beliau selalu
mengingatkanku bahwa pelajaran itu nomor satu.
3
tahun berlalu aku lulus SMP dengan nilai yang lumayan hingga aku di terima di
SMA yang aku inginkan. Di sinilah dunia remajaku berawal, kebetulan aku
mendapatkan fasilitas yang cukup dari HP, pakaian, sepatu, dan motor dari orang
tua. Tapi itu semua bukan bearti menjadikan aku anak yang sombong karna aku
sadar masih banyak di sana anak-anak yang tidak mendapatkannya makanya aku
harus bersyukur dan selalu menjaganya. Lingkup pergaulan yang luas semakin
menambah pengalaman, berbagai macam status ekonomi membaur jadi satu. Ada yang
serba distro, ada yang biasa ,ada yang kampungan tapi itu semua justru membuat
kami semakin dewasa, bisa menentukan mana yang terbaik. Pelan namun pasti aku
tumbuh jadi gadis dan orang bilang aku berparas manis jadi banyak semut ganteng
yang mendatangiku. Hingga aku menjatuhkan hatiku pada salah satu kumbang di
sekolahku. Tidak begitu lama aku menjalin hubungan karna aku merasa tidak nyaman,
dan itu terjadi berulang ulang, hingga pada akhirnya aku merasa benar-benar
jatuh cinta pada salah satunya namun apa yang aku alami karna kecerobohan sahabatku
yg bermulut lebar terjadilah kesalah pahaman yang mengakibatkan pertengkaran
antara pacarku dan temenku hingga kami di sidang dari pihak sekolah dengan
menghadirkan orang tua masing dan kami mendapat sekors tidak bisa mengikuti
pelajaran beberapa hari. Untunglah masa skorsingku hanya 3 hari, tak seperti
yang lain selama seminggu.
Setelah
kami kembali mengikuti pelajaran seperti biasa aku berharap semua akan kembali
seperti biasa tapi apa yang aku dapatkan hampir temen 1 kelas memusuhiku seakan
mereka menghakimiku dan menjatuhi hukuman karna kesalahanku yang lebih
menyakitkan pacarku pun ikut memusuhiku yang akhirnya putus sungguh aku merasa
tidak nyaman. Tapi aku berusaha untuk tetap tenang karna aku tidak mau di
bilang pengecut atas dorongan orang tua ku pelan-pelan semua menjadi jelas siap
dalang di balik semua ini. Aku tak mau merasa merugi di dunia Setelah semua jelas mantan pacarku berusaha untuk
mendekatiku lagi tapi aku terlanjur sakit hati dengan senyum yang tulus aku
menolak harapannya bukan aku dendam tapi aku tau dengan pasti kalau dia bukan
lelaki yang baik untukku. Setahun aku jalani dengan susah payah akhirnya kami
naik ke kelas 11 di sini kami sudah mulai penjurusan ,aku masuk IPS karna
terpaksa karena sekolah yang menentukan, padahal keinginanku adalah masuk IPA.
Dikelas
ini semua tampak beda, teman-teman sudah nampak lebih dewasa dari perilaku dan
pemikiran kedisiplinan serta cara
menyikapi permasalah. Belajar dari apa yang aku alami di kelas satu segala
sesuatu aku pertimbangkan sebaik mungkin sebelum aku putuskan termasuk masalah
cowok aku lebih memilih sendiri aku tidak mau gagal hanya karna masalah sepele. sangat menikmati di kelas ini aku
mendapatkan sahabat yang selalu ada dalam keadaan apapun,tugas sekolah ataupun
pelajaran kami lalui degan mudah,Alhamdulillah nilaiku melonjak pesat,hingga
tiba saatnya kami melaksanakan program sekolah studytour ke bali. kelas kami
ikut semua jadi terasa lebih seru…tapi saying tempat duduk tidak bisa sesuka
kita karna sudar di atur dari pihak sekolah namun semua itu tidak mengurangi
kebahagian kami. Perjalanan menuju bali kami menggunakan bus wisata jadi terasa
sangat nyaman dalm perjalan kami hiasi dengan canda dan permainann hingga tibalah
kami di bali. Sempat aku di Bali
tepatnya di Pantai Sanur aku berdoa memohon pada yang di Atas, aku berdoa agar
didekatkan dengan jodohku aku berdoa seperti itu karena aku merasa sangat sati
hati karena seseorng yang sudah menyakitiku. Tak lama setelah aku berpaling
dari tempat itu, aku melihat sosok lelaki yang menarik perhatianku. Setelah aku
cari tau siapa dia ternyata dia adalah teman dekat dari pacar temanku
tyas. Aku baru tahu kalau ternyata kita
satu bus. Sejak itu aku selalu ingin dekat dengan dia. Akhir study tour aku
sedikit kecewa karena tak ada waktu lagi bersama dia. Sejak pulang dari study
tour aku selalu kepoin dia. Waktu berlalu, mungkin karena kita saling tertarik
aku dan dia semakin dekat dan tak lama kita menjalin kedekatan kitapun jadian
hehe. Sampai-sampai aku menulis kisah kita berdua di blog pribadi, kunjungi saja
http://novianaayuips2-25.blogspot.com/2013/10/real-love-story.html
. Begitulah Kisah cintaku di dunia.
Ini
sebagian dari kehidupan sosialku, bagaimana dengan kalian? ^.^
seperti judul nya "curhat" memang bener" curhat
BalasHapusjudulnya curhat, ternyata memang benar2 curhat isinya haha. lanjutkan curhatnya
BalasHapusDan bila kita mulai membicarakan tentang kehidupan. . . .
BalasHapuspengalaman merupakan guru terbaik
BalasHapus