Kamis, 12 Desember 2013

Keharmonisan di Lingkungan yang Tentram




Oleh: Rizky Dhito Hutomo
1102413104

Mimilih suatu lingkungan yang tentram merupakan  idaman  bagi semua orang  yang tinggal di Planet Bumi ini. Mengapa tidak? Karena lingkungan yang sesuai dengan pilihan  hati akan menimbulkan pola kehidupan yang teratur dan lebih baik. Saat  kita berada pada  keadaan seperti apapun akan terasa baik-baik saja karena sudah merasakan nyaman sejak dari awal. Memang menciptakan lingkungan yang harmonis di suatu daerah  tidaklah mudah seperti sedang mengedipkan  mata. Butuh perjuangan yang serius agar semua orang yang terlibat di daerah dan lingkungan tersebut bisa mempunyai tujuan dan rasa saling menjaga satu sama lain. Untuk bisa memunculkan  rasa tersebut tidak hanya dengan teori tapi memang harus dengan praktek agar tahu betul bagaimana cara dalam hidup bersosial.
Lingkungan yang tentram  itu sebenarnya seperti apa? Apakah hidup berkecukupan bisa dikatakan tentram?  Atau  mempunyai banyak  waktu  luang? Tapi kita mempunyai jawaban sendiri-sendiri terhadap pertanyaan diatas. Disaat manusia berada dalam  suatu  perkumpulan dan  mereka melakukan proses interkasi yang nyata dengan manusia lainnya maka setiap manusia harus bisa menerapkan jiwa social yang ada  pada dirinya untuk saling menghargai sesamanya.  Bentuk dari sosialisai bukan hanya berkomunikasi dengan lancar, tapi juga dengan saling menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap terjaga ketentramannya. Karena itu akan berdampak positif bagi sebuah lingkungan yang warganya atau orang-orangnya sama-sama mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan yang tentram. Jika lingkungan  sudah terbentuk seperti itu, proses berlangsungnya kegiatan warga akan terasa lebih nyaman aman dan tentram.
Sama halnya dalam sebuah organisasi, menciptakan lingkungan yang tentram membutuhkan  seorang pemimpin untuk mampu  memberikan contoh kepada warganya agar mau untuk membangun dan menciptakan lingkungan tentram tersebut. Karena memang kebanyakan orang mau bekerja itu jika ada yang megawali terlebih dahulu baru kemudian  ikut melakukannya, apa lagi kegiatan social seperti itu yang bukan merupakan pekerjaan pokok bagi sebagian orang yang sibuk di kantornya.Sebagian orang beranggapan bahwa masih banyak hal-hal yang perlu dikerjakan dibandingkan memikirkan lingkungan sekitanya. Mungkin yang beranggapan seperti itu adalah orang yang berfikir materialistis, karena dengan  peduli terhadap lingkugannya ia tidak medapatkan upah  atau hasil untuk dirinya, berbeda dengan menyelesaikan  bisnisnya atau  pekerjaan lain yang bisa menciptakan uang dan memenuhi kebutuhannya. Jika sudah seperti itu kembali lagi kepada kesadaran masing-masing orang dan jiwa social orang orang itu sendiri. Kita tidak bisa memaksakan kehendak orang yang mempunyai pemikiran seperti itu.
Untuk saat ini kita manusia-manusia yang sudah paham dan peduli terhadap lingkungan social kita, mulailah untuk mempelopori teman-teman, tetangga dan kelompok- kelompok  lainnya untuk bisa membangun lingkungan yang tentram. Disini kita juga sedang belajar tentang sejauh  mana kita mempunyai kesadaran untuk bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Bukan justru sebagai generasi muda  kita hanya memanfaatkan kekayaan alam untuk melakukan hal yang tidak berguna tanpa peduli dan  mau  merawatnya. Mulai  ajak lah satu persatu orang untuk menyadari bahwa lingkungan sekitarpun membutuhkan perhatian agar indah,sehat dan  tentram,  seperti dalam  sebuah pepatah  yaitu “Kebersihan Sebagian Dari Iman” dan  itu berarti kita diwajibkan untuk hidup bersih dari mulai diri kita sampai peduli terhadap lingkungan sekitar kita.
Categories:

5 komentar:

  1. rumah kita sendiri.....hihihi
    lingkungan yang tenteram dimana kita bisa beradaptasi dengan lingkungan yang kita tempati #comfort

    BalasHapus
  2. masih ada penggunaan kalimat yang tidak efektif

    BalasHapus
  3. kegiatan sosial susah diterapkan diperkotaan

    BalasHapus