Rabu, 04 Desember 2013

MASIH PERLUKAH AGAMA?

oleh : Tina Rosiana
Nim : 1102413121

            Mengapa seseorang perlu agama? Ini adalah pertanyaan yang sering kali ditanyakan seseorang dalam hidupnya. Terkadang rumitnya persoalan hidup yang dialami seseorang menimbulkan banyak pertanyaan pentingnya sebuah agama dalam mengendalikan hidup manusia. Saat banyak orang menganut sebuah agama, tetapi seolah agama tidak dapat memberikan solusi terhadap masalah dalam hidup. Kebohongan dan kerakusan yang sekarang menjamur di semua kalangan masyarakat, menjadikan agama untuk berperan dalam kehidupan manusia. Karena agama atau kepercayaan akan tetap ada apabila diamalkan dalam kehidupan manusia secara terus-menerus.
            Manusia merupakan tempat makhluk tempat dari semua kekurangan dan keterbatasan, kita tidak dapat menyalahkan semua permasalahan dalam hidup seseorang begitu saja terhadap agama. Ketika kita orang yang memiliki agama melakukan kesalahan yang jelas dilarang agama, karena itulah seolah agama tidak dapat mengendalikan sifat buruk manusia padahal manusia itu sendiri yang melanggar semua ketentuan agama. Maka dengan adanya agama stabilitas pada diri seseorang terjaga, sehingga agama atau kepercayaan berperan penting dalam fungsi edukasi, penyelamat, perdamaian, dan kontrol dalam kehidupan manusia.
            Agama secara alamiah keyakinan atas Yang Maha Kuasa. Agama adalah satu-satunya media yang menghubungkan manusia dengan sang pencipta, dengan agama atau kepercayaan manusia mampu mencapai hal yang lebih baik dalam hidupnya. Manusia tidak akan mudah menyerah dengan segala kesulitan hidup yang dialaminya, karena dengan bertahan dan menyelesaikan tantangan hidup di dunia manusia yang beragama akan memiliki keyakinan akan balasan dan palaha yang diterimanya         setelah mati.
            Agama bukan hanya sebuah keyakinan dan pemahaman tanpa tindakan, tetapi agama adalah keseluruhan antara keyakinan dan tindakan yang saling melengkapi. Untuk itu manusia dituntut untuk memeliki watak dan karakteristik yang berbeda dengan orang yang tidak meyakini agama, karena agama adalah penuntun atau pengendali arah hidup manusia. Maka agama harus menjadi sumber dari segala sumber. Oleh karena itu apapun yang dilakukan manusia harus dilandaskan atas nilai-nilai yang ada didalam agama. Segala perbuatan yang berkaitan dengan diri sendiri ataupun sosial kita namakan sebuah ibadah dengan niatan untuk mencari ridho illahi, bukan hanya untuk kepentingan duniawi belaka.
           


Categories:

5 komentar:

  1. TUHAN Mempunyai kebijakan yang #RELATIF untuk dirinya sendiri TAPI Kebijakan itu MUTLAK untuk makhluknya karena TUHAN bukan makhluk #RELATIF #AGAMATUHAN bukan #AGAMAMANUSIA

    BalasHapus
  2. Loh ko keyword nya banyak banget, cukup 1 keyword aja untuk satu paragraf mba :)

    BalasHapus
  3. bagus-bagus malah jadi terinspirasi serta menjadi selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa

    BalasHapus