Kamis, 28 November 2013

INILAH SAYA


oleh : Novita Handayani
1102413110





Inilah saya. Seorang anak yang bisa dianggap belum pantas untuk dikatakan dewasa di usia saya yang sudah menginjak 18 tahun ini. Saya masih harus dituntun dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Disetiap masalah yang saya hadapi, saya belum pernah atau bahkan tidak pernah mengambil keputusan sendiri sebelum berkonsultasi dengan orang lain terutama kakak dan teman saya, yang terkadang ada beberapa saran dari mereka  yang tidak sesuai dengan kata hati saya namun saya tetap mengikuti saran itu. Saya sering menganggap diri saya sendiri sebagai anak manja, karena dimana-mana harus minta antar orang lain. Itu semua bukan tanpa alasan. Tidak bisa naik motor, itu adalah alasan utama dan satu-satunya mengapa saya selalu minta antar orang lain untuk mengantar saya ke tempat yang tidak memungkinkan untuk  dijangkau dengan jalan kaki. Meskipun sebenarnya risih rasanya selalu minta bantuan kepada orang lain.Terkadang jika mereka mengantar dengan wajah yang tidak menyenangkan saya lebih memilih untuk tidak jadi menyuruhnya dan memutuskan untuk naik angkutan umum.
Saya selalu sakit hati, atau bahkan terkadang sampai menangis  apabila di bentak. Saya adalah orang yang cengeng. Setiap ada orang yang berbicara menyinggung perasaan, seketika itu juga saya langsung tidak bersemangat untuk melanjutkan hari dan berharap hari itu segera berakhir. Terkadang bila saya benar benar sudah sakit hati dan muak dengan orang itu, seterusnya setiap perkataan yang keluar dari mulutnya hanya angin lalu bagi saya. Inilah saya, bisa dikatakan saya adalah orang yang pendendam. Namun sampai sekarang belum ada orang yang benar-benar membuat saya membencinya dan berharap tidak akan pernah ada. Saya selalu berkata pada diri saya sendiri bahwa omongan mereka hanyalah celotehan layaknya teman sebaya.
Gambaran diatas adalah sedikit dari ribuan sifat-sifat negatif menurut saya pribadi. Sedangkan menurut teman, sifat-sifat negatif saya diantaranya saya masih mudah terpancing emosi, cuek atau tidak peduli terhadap hal-hal yang berada disekitar saya. Inilah saya, kurang percaya diri, jika berkata seenaknya sendiri (blak-blakan) yang terkadang tidak semua teman yang belum mengenal saya lebih jauh menyukai hal ini. Kata teman, saya termasuk tipe orang yang teguh pada pendirian, namun apabila saya digoyah sedikit langsung mudah jatuh. Saya mulai memikirkan kata-kata teman saya itu, dan mungkin memang benar. Contoh nyatanya pada saat saya mendapatkan tugas untuk membuat sebuah karya ilmiah. Saya adalah orang yang paling tidak suka bila disuruh membuat tulisan. Namun apa boleh buat, saya harus melakukannya karena saya tidak mau terus menerus menjadi orang yang plagiasi. Pada waktu itu saya menulis kira kira masih 1 halaman. Bagi saya itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena ternyata saya bisa menulis walau masih melihat referensi-referensi dari internet. Saya percaya diri dan mantap dengan tulisan yang saya buat. Namun ketika teman saya melihat tulisan saya, dia mengatakan bahwa saya copy-paste dari internet. Seketika itu juga saya malas dan enggan untuk melanjutkan tulisan tersebut. Sampai akhirnya saya melanjutkan tulisan tersebut satu hari sebelum hari akhir tulisan tersebut dikumpulkan. Saya menulis seadanya dan karena waktu yang mulai mendesak, saya memutuskan untuk mengcopy kata-kata dari buku yang saya jadikan sebagai referensi.
Setiap orang pasti memiliki sifat negatif dan positif. Sama halnya dengan saya, selain sifat-sifat negatif diatas, saya juga memiliki sifat positif walau tidak sebanyak sifat negatif saya. Diantaranya adalah kata teman, saya tipe orang yang setia kawan, enak diajak cerita walau hanya menjadi pendengar setia karena saya tidak pernah memberikan saran yang tepat kepada setiap teman yang sedang cerita masalahnya kepada saya. Selain itu saya dikategorikan sebagai anak yang rajin, bukan cerdas. Ketika saya belajar, saya mendapatkan nilai bagus, namun jika sekali saja saya tidak belajar, nilai saya langsung turun. Saya adalah orang yang masih terpaku dengan teori, saya belum bisa menjawab soal hanya dengan logika saja. Berbeda dengan orang cerdas yang bisa menjawab soal hanya dengan logika mereka saja. Inilah saya, selalu berfikir tentang kekurangan saya dan belum bisa berfikir untuk menjadikan kekurangan saya menjadi kelebihan saya.  
Categories:

4 komentar:

  1. bagus vit kata2 nya...
    itu tulisan mu sendiri vit??
    hahaha *jgn nge down kayak ceritamu td* :D
    supaya mudah meraih keberhasilan dalam kehidupan hendaknya kita bisa meningkatkan apa yang menjadi kelebihan kita dan bisa mengurangi sifat-sifat negatif yang menjadi kekurangan kita. Hal tersebut hanya bisa dimungkinkan apabila kita bersedia melakukan introspeksi diri secara berkesinambungan. :D

    BalasHapus
  2. bagus...tulisannya gak boseni buat dibaca :)

    BalasHapus
  3. tulisannya bagus bgt, lagi2 gampang dimengerti.
    Jgn gampang down, tingkatkan usahanya biar bisa menjadikan kekurangan menjadi kelebihan. Copy copy vit

    BalasHapus