Kamis, 28 November 2013

Mengenal Arti Perbedaan

Oleh : Rizky Dhito Hutomo (1102413104)

Perbedaan masalah hidup di dunia itu wajar, bahkan sudah menjadi hal yang umum dan biasa di masayarakat luas. Karena kita di ciptakan oleh Tuhan saja sudah berbeda. Oleh karena itu ketika terjadi permasalahan atau perselisihan antara perbedaan pendapat, faham, sampai perbedeaan agama ,suku dan ras seharusnya kita memahami itu. Namun banyak dari segelintir orang yang acuh akan hal tersebut. Mereka yang tak peduli itu menganggap bahwa perbedaan mereka benar karena  mereka berada di sekitar orang yang satu pendapat dengannya sehingga menilai hal itu benar. Dengan adanya permasalahan tersebut, kita memang di tuntut untuk mempunyai kepercayaan diri atau semacam pegangan yang kuat, agar kita tidak mudah terprofokasi oleh berbagai pengaruh dari luar sana yang terus ikut mencapuri urusan kita pribadi.
Percaya atau tidak orang yang ada di dunia ini sekalipun mereka adalah kembar, pasti mereka mempuyai perbedaan dengan kembarannya itu. Dan itu sudah menjadi rahasia Tuhan. Jadi apakah kita masih akan terus mengikuti gaya orang lain atau idola kita? Mulai lah memahami diri sendiri, memang tidak ada salahnya kalau kita mempunyai fans atau orang yang menjadikan kita termotivasi jika mengikuti gayanya, tapi bayangkan saja jika semua orang seperti itu? Dunia mungkin sangat monoton karena yang kita lihat itu-itu saja. Mana kreatifitas kita yang mungkin lebih baik dari mereka yang sudah terkenal itu. Bukannya akan menjadi lebih indah saat semua orang mempunyai perbedaan dari dirinya. Justru itu akan menjadi ciri khas orang tersebut bahkan bisa mejadi identitas bagi dirinya. Memang awalnya jika kita melakukan hal yang berbeda dari lingkungan sekitar kita terasa sangat aneh. Kita berpikir apakah kita bisa di terima atau tidak di lingkungan itu, atau justru menjadi cacian bagi lingkungan tersebut.  Itu adalah masalah klasik yang sudah biasa terjadi di masyrakat luas ini. Sebagai contoh di Indonesia saja, saat Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak Joko Widodo (Jokowi) resmi dilantik, beliau mempunyai ciri tersediri dalam memimpin rakyat DKI Jakarta, yaitu dengan sebutan khasnya “Blusukan”. Beliau jarang berada di meja kantornya, tapi lebih sering terjun langsung di lapangan guna memantau proyek apa yang sedang di kerjakan, dan masalah apa yang ada di daerah tersebut. Itu merupakan cara yang luar biasa dilakukan oleh seorang pejabat Negara. Kembali lagi bahwa cara yang dilakukan oleh bapak Jokowi itu adalah perbedaan. Beliau tidak takut akan dinilai apa oleh masyarakat luas disana, yang beliau pikirkan  adalah hal yang positif dan baik tentunya. Bahkan banyak yang sekarang meniru gaya memimpin seperti  bapak Jokowi.

Ketika hati kita sudah muncul kepercayaan diri yang kuat, saat akan melakukan hal apa saja pasti kita berani dan yakin, sekalipun itu merupakan pembeda. Jangan takut untuk merubah diri untuk kearah yang lebih baik, bagaimanapun caranya. Ingat dengan semboyan Negara kita yaitu, “Bhineka Tunggal Ika”, artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua. Berarti  sudah terfikirkan oleh para pahlawan kita sejak dahulu, kalau kita jangan membatasi diri dengan hal-hal yang sudah ada di dunia. Dengan adanya perbedaan ini kita diharuskan untuk menyatukan antara satu dengan yang lainnya. Itu yang menjadi tantangan setiap orang yang ada di dunia ini, memahami perbedaan orang lain. Tapi yang perlu digaris bawahi kita tidak diwajibkan untuk memahami karakter semua orang yang ada di dunia.  Cukup dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu dan kenali lebih jauh lagi diri kita. 

8 komentar:

  1. kebetulan saya kenal dengan yg nulis,, dan dia yang nyuruh saya buat komen, hehe
    secara umum dari segi redaksional masih banyak yg kurang dit, banyak typo disana-sini. tapi tak apalah buat evaluasi kamu ke depan.
    masuk ke substansi tulisan, untuk newbie lumayan lah, udah mulai bisa menyusun ide-ide pokok dari paragraf ke paragraf, sayangnya di ending justru ga nyampe klimaks. karena kamu ga menuliskan argumen besar kamu dalam tulisan ini,, coba kamu endingnya nulis gini "cukup pahami dan kenali diri kita lebih dalam dahulu, maka kita akan tahu kelebihan kita, dan dengan itu maka kita harus YAKIN TAMPIL BEDA"
    ok dit gud luck kedepannya, saya mau kasih komen tulisan kamu yg satu lai, heheh

    BalasHapus
  2. dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung...sepertinya itu pas untuk artikelmu

    BalasHapus
  3. artikel belum dilengkapi dengan kata kunci di setiap paragraf

    BalasHapus