Oleh : Rizky Dhito Hutomo (1102413104)
Perbedaan masalah hidup di dunia itu wajar, bahkan sudah menjadi hal
yang umum dan biasa di masayarakat luas. Karena kita di ciptakan oleh Tuhan
saja sudah berbeda. Oleh karena itu ketika terjadi permasalahan atau
perselisihan antara perbedaan pendapat, faham, sampai perbedeaan agama ,suku
dan ras seharusnya kita memahami itu. Namun banyak dari segelintir orang yang
acuh akan hal tersebut. Mereka yang tak peduli itu menganggap bahwa perbedaan
mereka benar karena mereka berada di
sekitar orang yang satu pendapat dengannya sehingga menilai hal itu benar. Dengan
adanya permasalahan tersebut, kita memang di tuntut untuk mempunyai kepercayaan
diri atau semacam pegangan yang kuat, agar kita tidak mudah terprofokasi oleh
berbagai pengaruh dari luar sana yang terus ikut mencapuri urusan kita pribadi.
Percaya atau tidak orang yang ada di dunia ini sekalipun mereka adalah
kembar, pasti mereka mempuyai perbedaan dengan kembarannya itu. Dan itu sudah
menjadi rahasia Tuhan. Jadi apakah kita masih akan terus mengikuti gaya orang
lain atau idola kita? Mulai lah memahami diri sendiri, memang tidak ada
salahnya kalau kita mempunyai fans atau orang yang menjadikan kita termotivasi
jika mengikuti gayanya, tapi bayangkan saja jika semua orang seperti itu? Dunia
mungkin sangat monoton karena yang kita lihat itu-itu saja. Mana kreatifitas
kita yang mungkin lebih baik dari mereka yang sudah terkenal itu. Bukannya akan
menjadi lebih indah saat semua orang mempunyai perbedaan dari dirinya. Justru
itu akan menjadi ciri khas orang tersebut bahkan bisa mejadi identitas bagi
dirinya. Memang awalnya jika kita melakukan hal yang berbeda dari lingkungan
sekitar kita terasa sangat aneh. Kita berpikir apakah kita bisa di terima atau
tidak di lingkungan itu, atau justru menjadi cacian bagi lingkungan tersebut. Itu adalah masalah klasik yang sudah biasa
terjadi di masyrakat luas ini. Sebagai contoh di Indonesia saja, saat Gubernur
DKI Jakarta yaitu Bapak Joko Widodo (Jokowi) resmi dilantik, beliau mempunyai
ciri tersediri dalam memimpin rakyat DKI Jakarta, yaitu dengan sebutan khasnya
“Blusukan”. Beliau jarang berada di meja kantornya, tapi lebih sering terjun
langsung di lapangan guna memantau proyek apa yang sedang di kerjakan, dan
masalah apa yang ada di daerah tersebut. Itu merupakan cara yang luar biasa
dilakukan oleh seorang pejabat Negara. Kembali lagi bahwa cara yang dilakukan
oleh bapak Jokowi itu adalah perbedaan. Beliau tidak takut akan dinilai apa
oleh masyarakat luas disana, yang beliau pikirkan adalah hal yang positif dan baik tentunya.
Bahkan banyak yang sekarang meniru gaya memimpin seperti bapak Jokowi.
Ketika hati kita sudah muncul kepercayaan diri yang kuat, saat akan
melakukan hal apa saja pasti kita berani dan yakin, sekalipun itu merupakan
pembeda. Jangan takut untuk merubah diri untuk kearah yang lebih baik, bagaimanapun
caranya. Ingat dengan semboyan Negara kita yaitu, “Bhineka Tunggal Ika”,
artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua. Berarti sudah terfikirkan oleh para pahlawan kita
sejak dahulu, kalau kita jangan membatasi diri dengan hal-hal yang sudah ada di
dunia. Dengan adanya perbedaan ini kita diharuskan untuk menyatukan antara satu
dengan yang lainnya. Itu yang menjadi tantangan setiap orang yang ada di dunia
ini, memahami perbedaan orang lain. Tapi yang perlu digaris bawahi kita tidak
diwajibkan untuk memahami karakter semua orang yang ada di dunia. Cukup dengan memahami diri sendiri terlebih
dahulu dan kenali lebih jauh lagi diri kita.
Bagus artikelnya....
BalasHapuskerennnn (y)
BalasHapuskebetulan saya kenal dengan yg nulis,, dan dia yang nyuruh saya buat komen, hehe
BalasHapussecara umum dari segi redaksional masih banyak yg kurang dit, banyak typo disana-sini. tapi tak apalah buat evaluasi kamu ke depan.
masuk ke substansi tulisan, untuk newbie lumayan lah, udah mulai bisa menyusun ide-ide pokok dari paragraf ke paragraf, sayangnya di ending justru ga nyampe klimaks. karena kamu ga menuliskan argumen besar kamu dalam tulisan ini,, coba kamu endingnya nulis gini "cukup pahami dan kenali diri kita lebih dalam dahulu, maka kita akan tahu kelebihan kita, dan dengan itu maka kita harus YAKIN TAMPIL BEDA"
ok dit gud luck kedepannya, saya mau kasih komen tulisan kamu yg satu lai, heheh
Pasti emakmu bangga :D
BalasHapuskata-katanya hahahah keren :)
BalasHapusdimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung...sepertinya itu pas untuk artikelmu
BalasHapusartikel belum dilengkapi dengan kata kunci di setiap paragraf
BalasHapuslanjutkan
BalasHapus