oleh : Novita Handayani
1102413110
Inilah saya.
Seorang anak yang bisa dianggap belum pantas untuk dikatakan dewasa di usia
saya yang sudah menginjak 18 tahun ini. Saya masih harus dituntun dan tidak
bisa mengambil keputusan sendiri. Disetiap masalah yang saya hadapi, saya belum
pernah atau bahkan tidak pernah mengambil keputusan sendiri sebelum
berkonsultasi dengan orang lain terutama kakak dan teman saya, yang terkadang
ada beberapa saran dari mereka yang tidak
sesuai dengan kata hati saya namun saya tetap mengikuti saran itu. Saya sering
menganggap diri saya sendiri sebagai anak manja, karena dimana-mana harus minta
antar orang lain. Itu semua bukan tanpa alasan. Tidak bisa naik motor, itu
adalah alasan utama dan satu-satunya mengapa saya selalu minta antar orang lain
untuk mengantar saya ke tempat yang tidak memungkinkan untuk dijangkau dengan jalan kaki. Meskipun
sebenarnya risih rasanya selalu minta bantuan kepada orang lain.Terkadang jika
mereka mengantar dengan wajah yang tidak menyenangkan saya lebih memilih untuk tidak
jadi menyuruhnya dan memutuskan untuk naik angkutan umum.
Saya
selalu sakit hati, atau bahkan terkadang sampai menangis apabila di bentak. Saya adalah orang yang
cengeng. Setiap ada orang yang berbicara menyinggung perasaan, seketika itu juga
saya langsung tidak bersemangat untuk melanjutkan hari dan berharap hari itu
segera berakhir. Terkadang bila saya benar benar sudah sakit hati dan muak
dengan orang itu, seterusnya setiap perkataan yang keluar dari mulutnya hanya
angin lalu bagi saya. Inilah saya,
bisa dikatakan saya adalah orang yang pendendam. Namun sampai sekarang belum
ada orang yang benar-benar membuat saya membencinya dan berharap tidak akan
pernah ada. Saya selalu berkata pada diri saya sendiri bahwa omongan mereka
hanyalah celotehan layaknya teman sebaya.
Gambaran
diatas adalah sedikit dari ribuan sifat-sifat negatif menurut saya pribadi.
Sedangkan menurut teman, sifat-sifat negatif saya diantaranya saya masih mudah
terpancing emosi, cuek atau tidak peduli terhadap hal-hal yang berada disekitar
saya. Inilah saya, kurang percaya
diri, jika berkata seenaknya sendiri (blak-blakan) yang terkadang tidak semua
teman yang belum mengenal saya lebih jauh menyukai hal ini. Kata teman, saya
termasuk tipe orang yang teguh pada pendirian, namun apabila saya digoyah
sedikit langsung mudah jatuh. Saya mulai memikirkan kata-kata teman saya itu,
dan mungkin memang benar. Contoh nyatanya pada saat saya mendapatkan tugas
untuk membuat sebuah karya ilmiah. Saya adalah orang yang paling tidak suka
bila disuruh membuat tulisan. Namun apa boleh buat, saya harus melakukannya
karena saya tidak mau terus menerus menjadi orang yang plagiasi. Pada waktu itu
saya menulis kira kira masih 1 halaman. Bagi saya itu adalah sebuah kebanggaan
tersendiri karena ternyata saya bisa menulis walau masih melihat
referensi-referensi dari internet. Saya percaya diri dan mantap dengan tulisan
yang saya buat. Namun ketika teman saya melihat tulisan saya, dia mengatakan
bahwa saya copy-paste dari internet.
Seketika itu juga saya malas dan enggan untuk melanjutkan tulisan tersebut.
Sampai akhirnya saya melanjutkan tulisan tersebut satu hari sebelum hari akhir
tulisan tersebut dikumpulkan. Saya menulis seadanya dan karena waktu yang mulai
mendesak, saya memutuskan untuk mengcopy kata-kata dari buku yang saya jadikan
sebagai referensi.
Setiap
orang pasti memiliki sifat negatif dan positif. Sama halnya dengan saya, selain
sifat-sifat negatif diatas, saya juga memiliki sifat positif walau tidak
sebanyak sifat negatif saya. Diantaranya adalah kata teman, saya tipe orang
yang setia kawan, enak diajak cerita walau hanya menjadi pendengar setia karena
saya tidak pernah memberikan saran yang tepat kepada setiap teman yang sedang
cerita masalahnya kepada saya. Selain itu saya dikategorikan sebagai anak yang
rajin, bukan cerdas. Ketika saya belajar, saya mendapatkan nilai bagus, namun
jika sekali saja saya tidak belajar, nilai saya langsung turun. Saya adalah
orang yang masih terpaku dengan teori, saya belum bisa menjawab soal hanya
dengan logika saja. Berbeda dengan orang cerdas yang bisa menjawab soal hanya
dengan logika mereka saja. Inilah saya,
selalu berfikir tentang kekurangan saya dan belum bisa berfikir untuk
menjadikan kekurangan saya menjadi kelebihan saya.
bagus vit kata2 nya...
BalasHapusitu tulisan mu sendiri vit??
hahaha *jgn nge down kayak ceritamu td* :D
supaya mudah meraih keberhasilan dalam kehidupan hendaknya kita bisa meningkatkan apa yang menjadi kelebihan kita dan bisa mengurangi sifat-sifat negatif yang menjadi kekurangan kita. Hal tersebut hanya bisa dimungkinkan apabila kita bersedia melakukan introspeksi diri secara berkesinambungan. :D
bagus...tulisannya gak boseni buat dibaca :)
BalasHapustulisannya bagus bgt, lagi2 gampang dimengerti.
BalasHapusJgn gampang down, tingkatkan usahanya biar bisa menjadikan kekurangan menjadi kelebihan. Copy copy vit
simple banget
BalasHapus