Selasa, 03 Desember 2013

Hubunganku denganmu dan denganNya



Oleh Diwan Aprillia
1102413100

Kawan kawanku, dalam menjalani hidup yang fana yang singkat ini..kita sebagai umat manusia tentunya mempunyai hubungan dengan mahkluk lain di bumi ini.  Mengingat bahwa manusia itu merupakan makhluk sosial yang artinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang atau makhluk lain. Hubungan manusia tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu hablum minannas dan hablum minallah.
Apa sih yang dimaksud hablum minannas sama hablum minallah itu? Nah, aku akan menjelaskan sedikit sesuai yang aku tau. Hablum minannas adalah hubungan manusia kepada sesama manusia. Hubungan ini lebih menjurus ke arah suatu perbuatan yang terkait dengan sesama manusia, contoh saja soal berbuat baik, hukum pidana dan perdata, sopan santun, cara berpakaian dan bertingkah-laku, hidup bertetangga, sampai kepada aturan bernegara dan bermasyarakat secara umum.
Sedangkan yang dimaksud dengan hablum minallah adalah hubungan manusa kepada Allah S.W.T.  yang berarti suatu perbuatan yang semata-mata berhubungan dengan peribadatan kepada Allah berupa shalat, puasa dan haji.
Tapi taukah? Ternyata saat Al-Qur’an menyebut tentang ‘hablum minallah’ dan ‘hablum minannas’ kontek yang dibicarakan adalah mengenai ‘aturan’, bahwa Allah membedakan antara aturan yang ditetapkan Allah dengan aturan dari kesepakatan manusia. Kedua hubungan  yang merupakan aturan tersebut masing-masing mempunyai konsekuensi, ketika kita melanggar aturan Allah maupun aturan hasil kesepakatan manusia tersebut,
maka kita akan diliputi kehinaan. Dalam hal ini kedudukan ‘hablum minallah’ dan ‘hablum minannas’ adalah sama dan setara.  Karena Al-Qur’an tidak pernah membagi-bagi hukum berdasarkan objek atau subjeknya,  membedakan hubungan antara manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan antar sesama manusia (muamalah), apalagi dengan menyebut adanya konsekuensi yang berbeda saat kita melakukan pelanggaran tersebut.  Namun, pembedaan ditetapkan Allah berdasarkan ‘darimana hukum tersebut dihasilkan’, apakah dari Allah, atau dari hasil perjanjian sesama manusia.
Jika mengingat akan hubungan kita dengan Allah, aku tiba-tiba menjadi merasa bak butiran debu. Aku merasa aku bukan apa-apa di mataNya. Aku malu menghadapNya. Betapa sering raga ini melalaikan perintahnya. Tak jarang pula aku melupakan kewajibanku sebagai umatNya. Namun, walau begitu..aku selalu berharap hari-hariku saat ini akan lebih baik dari hariku kemarin. Dan hariku esok akan lebih baik pula dari hariku saat ini. 
Agar hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, ada beberapa  tips nih kawan :
¨      Pertama, selalu sadar dan jangan lupa diri. Manusia memiliki sifat lupa. Oleh karena itu selalu sadar dalam melakukan segala sesuatu dan gemar bersyukurlah.
¨      Kedua, berusaha lebih baik dari kemarin. Ikhtiar adalah cara yang paling mujarab dan sakti untuk berbuat sesuatu karena tanpa  ada usaha maka seseorang itu pasti tidak akan mendapat hasil yang ia ingikan.
¨      Ketiga, membuat perencanaan untuk hari ini dan esok. Hal ini dilakukan agar selalu ada kegiatan terencana untuk meminimalisir terbuangnya waktu kita dengan melakukan hal yang sia-sia.
¨      Keempat, selalu berdoa kepada Allah dan tawakkal.  Dengan kita berdo’a, kita akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah, akan selalu mendapatkan pencerahan dari Allah agar hari yang kita lalui akan selalu mengalami perbaikan dari hari sebelumnya.
¨      Kelima, tebar kebaikan sebanyak-banyaknya.  Mengisi hari-hari dengan kebaikan akan jauh lebih baik daripada mengisi hari-hari dengan perbuatan yang tidak bermanfaat.



Sekian coretanku kali ini kawan, kita sambung lain hari..harapku selalu, semoga kawanku semuanya akan senantiasa beruntung, maksud beruntung di sini adalah hari-hari yang telah dilewati oleh kawan-kawanku semua akan selalu mengalami perbaikan. Aamiin..
Categories:

27 komentar:

  1. dan always be your best-self mba nya

    BalasHapus
  2. hhe, makasih mas rizki..ada masukan? :3

    BalasHapus
  3. tapi ada cerita di balik hari esok tentunya

    BalasHapus
  4. cerita yg harusnya lbih baik dr hari ini kn kak okven? semoga.. :)

    BalasHapus
  5. cukup menambah pengetahuan yah :D

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. secara keseluruhan sebenarnya bagus..
    topik yang diangkat bagus tapi sayang kurang dalam mengeksekusi isi nya..

    saran: kalo nulis tolong sesuaikan antara judul sama isinya..
    itu yang diawal malah ngebahas yg lain.. Menurut saya akan lebih bagus lg jika sampeyan lebih mempertebal pokok bahasan dr judul daripada membahas yg lain..
    Dahulukan isi baru penjelasan, jangan penjelasan baru isi..

    Keep Calm and Be Better Blogger

    BalasHapus
  8. mas aduh huda : iya..saya harap, hhe :3

    mas mawan : thanks sarannya, maksud saya itu ada pengantarnya dulu.. :')

    BalasHapus
  9. tema ok.
    lumayam bisa mendongkarak motivasi oarng lain untuk menjadi lebih baik :)

    BalasHapus
  10. siiip lhaaa..
    kenapa ngga daftar jadi Ustadzah ajja diw?? kerennn ...
    lanjutkan iya menulis tentang religiusnya :)

    BalasHapus
  11. Aku sbenarnya jg ketrima kuliah di IAIN Surakarta mas syarif jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, tp ga taulah..aku milih UNNES aja..hhe

    BalasHapus
  12. waduh yang koment udah banyak..hehe

    BalasHapus