Oleh
Diwan Aprillia
1102413100
Kawan kawanku, dalam menjalani hidup yang fana yang
singkat ini..kita sebagai umat manusia tentunya mempunyai hubungan dengan mahkluk lain di bumi ini. Mengingat bahwa manusia itu merupakan makhluk
sosial yang artinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang atau makhluk lain. Hubungan manusia tersebut dibedakan
menjadi dua, yaitu hablum minannas dan hablum minallah.
Apa sih yang dimaksud hablum minannas sama hablum
minallah itu? Nah, aku akan menjelaskan sedikit sesuai yang aku tau. Hablum minannas
adalah hubungan manusia kepada
sesama manusia. Hubungan ini lebih
menjurus ke arah suatu perbuatan yang terkait dengan sesama manusia, contoh
saja soal berbuat baik, hukum pidana dan perdata, sopan santun, cara berpakaian
dan bertingkah-laku, hidup bertetangga, sampai kepada aturan bernegara dan
bermasyarakat secara umum.
Sedangkan yang dimaksud dengan hablum minallah adalah hubungan manusa kepada Allah S.W.T. yang berarti suatu perbuatan yang semata-mata
berhubungan dengan peribadatan
kepada Allah berupa shalat, puasa dan haji.
Tapi taukah? Ternyata saat Al-Qur’an menyebut tentang ‘hablum minallah’ dan
‘hablum minannas’ kontek yang dibicarakan adalah mengenai ‘aturan’, bahwa Allah
membedakan antara aturan yang ditetapkan Allah dengan aturan dari kesepakatan
manusia. Kedua hubungan yang merupakan aturan tersebut masing-masing
mempunyai konsekuensi, ketika kita melanggar aturan Allah maupun aturan hasil
kesepakatan manusia tersebut,
maka kita akan diliputi kehinaan. Dalam hal ini kedudukan ‘hablum minallah’ dan ‘hablum minannas’ adalah sama dan setara. Karena Al-Qur’an tidak pernah membagi-bagi hukum berdasarkan objek atau subjeknya, membedakan hubungan antara manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan antar sesama manusia (muamalah), apalagi dengan menyebut adanya konsekuensi yang berbeda saat kita melakukan pelanggaran tersebut. Namun, pembedaan ditetapkan Allah berdasarkan ‘darimana hukum tersebut dihasilkan’, apakah dari Allah, atau dari hasil perjanjian sesama manusia.
maka kita akan diliputi kehinaan. Dalam hal ini kedudukan ‘hablum minallah’ dan ‘hablum minannas’ adalah sama dan setara. Karena Al-Qur’an tidak pernah membagi-bagi hukum berdasarkan objek atau subjeknya, membedakan hubungan antara manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan antar sesama manusia (muamalah), apalagi dengan menyebut adanya konsekuensi yang berbeda saat kita melakukan pelanggaran tersebut. Namun, pembedaan ditetapkan Allah berdasarkan ‘darimana hukum tersebut dihasilkan’, apakah dari Allah, atau dari hasil perjanjian sesama manusia.
Jika mengingat akan hubungan
kita dengan Allah, aku tiba-tiba menjadi merasa bak butiran debu. Aku merasa
aku bukan apa-apa di mataNya. Aku malu menghadapNya. Betapa sering raga ini
melalaikan perintahnya. Tak jarang pula aku melupakan kewajibanku sebagai umatNya.
Namun, walau begitu..aku selalu berharap hari-hariku saat ini akan lebih baik
dari hariku kemarin. Dan hariku esok akan lebih baik pula dari hariku saat
ini.
Agar hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, ada
beberapa tips nih kawan :
¨ Pertama,
selalu sadar dan jangan lupa diri. Manusia memiliki sifat
lupa. Oleh karena itu selalu sadar dalam melakukan segala sesuatu dan gemar bersyukurlah.
¨ Kedua,
berusaha lebih baik dari kemarin. Ikhtiar adalah cara
yang paling mujarab dan sakti untuk berbuat sesuatu karena tanpa ada usaha maka seseorang itu pasti tidak akan
mendapat hasil yang ia ingikan.
¨ Ketiga,
membuat perencanaan untuk hari ini dan esok. Hal ini dilakukan
agar selalu ada kegiatan terencana untuk meminimalisir terbuangnya waktu kita
dengan melakukan hal yang sia-sia.
¨ Keempat,
selalu berdoa kepada Allah dan tawakkal. Dengan kita berdo’a, kita akan selalu
mendapatkan pertolongan dari Allah, akan selalu mendapatkan pencerahan dari
Allah agar hari yang kita lalui akan selalu mengalami perbaikan dari hari
sebelumnya.
¨
Kelima, tebar kebaikan
sebanyak-banyaknya. Mengisi hari-hari dengan kebaikan akan jauh lebih
baik daripada mengisi hari-hari dengan perbuatan yang tidak bermanfaat.
Sekian coretanku kali ini kawan, kita sambung lain hari..harapku selalu,
semoga kawanku semuanya akan senantiasa beruntung, maksud beruntung di sini
adalah hari-hari yang telah dilewati oleh kawan-kawanku semua akan selalu
mengalami perbaikan. Aamiin..

siip :)
BalasHapusdan always be your best-self mba nya
BalasHapushhe, makasih mas rizki..ada masukan? :3
BalasHapusom fahmi, woke..jelas.. :)
BalasHapusgak mau komentar ah
BalasHapuskritik dan saran mas deni?
BalasHapustapi ada cerita di balik hari esok tentunya
BalasHapuscerita yg harusnya lbih baik dr hari ini kn kak okven? semoga.. :)
BalasHapuscukup menambah pengetahuan yah :D
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussecara keseluruhan sebenarnya bagus..
BalasHapustopik yang diangkat bagus tapi sayang kurang dalam mengeksekusi isi nya..
saran: kalo nulis tolong sesuaikan antara judul sama isinya..
itu yang diawal malah ngebahas yg lain.. Menurut saya akan lebih bagus lg jika sampeyan lebih mempertebal pokok bahasan dr judul daripada membahas yg lain..
Dahulukan isi baru penjelasan, jangan penjelasan baru isi..
Keep Calm and Be Better Blogger
teruskan buat bulis ya :)
BalasHapusmas aduh huda : iya..saya harap, hhe :3
BalasHapusmas mawan : thanks sarannya, maksud saya itu ada pengantarnya dulu.. :')
mba puji : yoyioi mba, ;)
BalasHapustema ok.
BalasHapuslumayam bisa mendongkarak motivasi oarng lain untuk menjadi lebih baik :)
Sip, makasih.. :)
BalasHapusbe yourself aja :)
BalasHapusamin,,
BalasHapussipp.. :3
BalasHapussiiip lhaaa..
BalasHapuskenapa ngga daftar jadi Ustadzah ajja diw?? kerennn ...
lanjutkan iya menulis tentang religiusnya :)
wah isamic banget
BalasHapusmaatih.. :p
Hapusanjaaaaay mesra bangeeeet
HapusAku sbenarnya jg ketrima kuliah di IAIN Surakarta mas syarif jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, tp ga taulah..aku milih UNNES aja..hhe
BalasHapuskeren..tipsnya ngena
BalasHapussiip mba broo,,
Hapuswaduh yang koment udah banyak..hehe
BalasHapus